Selasa, 20 Januari 2015

Jenis-Jenis gangguan belajar


Definisi Gangguan Belajar

     Gangguan Belajar (Learning Disorder) adalah suatu gangguan neurologis yang mempengaruhi kemampuan untuk menerima, memproses, menganalisis atau menyimpan informasi. Anak dengan Gangguan Belajar mungkin mempunyai tingkat intelegensia yang sama atau bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan teman sebayanya, tetapi seringberjuang untuk belajar secepat orang di sekitar mereka. Masalah yang terkait dengan kesehatan mental dan gangguan belajar yaitu kesulitan dalam membaca, menulis, mengeja, mengingat, penalaran, serta keterampilan motorik dan masalah dalam matematika.
 
     Pengertian gangguan belajar secara bahasa adalah masalah yang dapat mempengaruhi kemampuan otak dalam menerima, memproses, menganalisis dan menyimpan informasi. Sedangkan pengertian yang diberikan oleh National Joint Committee for Learning Disabilities (NJCLD) mengenai gangguan belajar adalah suatu kumpulan dengan bermacam-macam gangguan yang mengakibatkan kesulitan dalam mendengar, berbicara, menulis, menganalisis, dan memecahkan persoalan.

1. Disleksia (Dyslexia): adalah gangguan belajar yang mempengaruhi membaca dan /atau kemampuan menulis. Ini adalah cacat bahasa berbasis di mana seseorang memiliki kesulitan untuk memahami kata-kata tertulis.

2. Diskalkulia (Dyscalculia): adalah gangguan belajar yang mempengaruhi kemampuan matematika. Seseorang dengan diskalkulia sering mengalami kesulitanmemecahkan masalah matematika dan menangkap konsep-konsep dasar aritmatika.

3. Disgrafia (Dysgraphia): adalah ketidakmampuan dalam menulis, terlepas darikemampuan untuk membaca. Orang dengan disgrafia sering berjuang denganmenulis bentuk surat atau tertulis dalam ruang yang didefinisikan. Hal ini juga bisa disertai dengan gangguan motorik halus.

4. Gangguan pendengaran dan proses visual (Auditory and visual processing disorders): adalah gangguan belajar yang melibatkan gangguan sensorik. Meskipun anak tersebut mungkin dapat melihat dan / atau mendengar secara normal, gangguan ini menyulitkan mereka dari apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka akan seringmemiliki kesulitan dalam pemahaman bahasa, baik tertulis atau auditori (atau keduanya).

5. Ketidakmampuan belajar nonverbal (Nonverbal Learning Disabilities):adalahgangguan belajar dalam masalah dengan visual-spasial, motorik, dan keterampilan organisasi. Umumnya mereka mengalami kesulitan dalam memahami komunikasi nonverbal dan interaksi, yang dapat mengakibatkan masalah sosial.

6. Gangguan bahasa spesifik (Specific Language Impairment (SLI)) : adalahgangguan perkembangan yang mempengaruhi penguasaan bahasa dan penggunaan.

Jumat, 16 Januari 2015

BERPIKIR POSITIF SEORANG MUSLIM


Allah SWT berfirman : QS ali Imran 3:191

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka."

       Islam sangat menghargai akal atau pikiran. Banyak ayat-ayat dengan tegas menuntut, menantang dan memerintahkan manusia untuk menggunakan akal pikirannya dalam memahami ayat-ayat Allah SWT guna meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Akal dan pikiran tersebut membedakan manusia dengan makhluk Allah SWT yang lain. Kemuliaan derajat manusia ditentukan dengan kemampuannya menggunakan akal pikirannya dalam memahami ayat-ayat Allah SWT. untuk menemukan hakikat kebenaran.


Manusia : makhluk pencari kebenaran

     Manusia sering disebut dengan Hayawan an-Naatiq atau hewan berpikir yang memiliki naluri ingin tahu atau insting neugurig yang begitu besar terhadap segala sesuatu. Manusia selalu ingin tahu, dan untuk memenuhi rasa ingin tahunya tersebut, di hadapan manusia terdapat 3 jalan kebenaran yang dapat dipilih, yaitu : 

1) Jalan Filsafat : Filsafat sebagai jalan menemukan kebenaran selalu berangkat dari keragu-raguan (spekulatif) sehingga kebenaran yang dicapai pun dipenuhi dengan keragu-raguan, apakah memang itu kebenaran? Akibatnya, manusia yang menggunakan filsafat sebagai jalan menemukan kebenaran tidak mustahil akan tetap terjebak pada sikap ragu-ragu atau free thinker atau pemikir bebas, termasuk bebas memikirkan Dzat Allah SWT yang itu merupakan hal yang mustahil. Kebenaran yang diperoleh melalui jalan filsafat ini sifatnya relatif atau nisbi.

2) Jalan Ilmu Pengetahuan : Kebenaran melalui jalan ini diperoleh melalui proses pembuktian empirik dengan riset atau pun eksperimen, sehingga kebenarannya bersifat positif. Kebenaran positif artinya, kebenarannya masih dapat diterima selama secara empirik hal itu benar, jika secara empirik tidak benar, maka tidak benar juga. Dengan demikian, kebenaran yang diperoleh melalu jalan ilmu pengetahuan ini pun sifatnya relatif.

3) Jalan Agama : Jalan kebenaran agama berangkat dari keyakinan. Bahwa segala sesuatu yang datang dari Allah SWT pasti benar. Al Haqqu min rabbika, yang haq atau benar itu datangnya dari Allah SWT. maka tidak perlu ragu-ragu. Karenanya, kebenaran agama bersifat mutlak atau absolut.

        Agar supaya usaha manusia di dalam mencari kebenaran, baik dengan ilmu pengetahuan maupun filsafat, yang kedua-duanya berpangkal pada akal, tidak keluar dari jalur ‘kebenaran yang dibenarkan’ atau justru bertentangan dengan kebenaran itu sendiri, maka perlu diberi pedoman atau berlandaskan pada rambu-rambu agama. Atau dengan kata lain, pencarian kebenaran yang dilakukan manusia melalui akal dan pikirannya baik melalui filsafat maupun ilmu pengetahuan, harus dibimbing untuk sampai pada kebenaran agama dalam bentuk meningkatnya keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Inilah makna berpikir positif. Karena, akal dan pikiran manusia sangat terbatas, tetapi, dengan bimbingan agama, segala keterbatasan tersebut tidak berlaku. Kebenaran agama tidak hanya terbatas pada kebenaran akal dan pikiran manusia semata, tetapi kebenaran yang melampaui keterbatasan akal dan pikiran manusia tersebut, kebenaran yang diterima melalui petunjuk-petunjuk agama atau wahyu. 

Belajar dari Ibrahim as

      Untuk mengembangkan kemampuan berpikir positif kita bisa belajar pada apa yang telah dilakukan olah Bapak Para Rasul, nabi Ibrahim as, ketika berusaha untuk menemukan Allah SWT.

1. Menyadari adanya masalah, yaitu : ‘bagaimana manusia menyembah sesuatu yang diciptakannya sendiri?’; (QS ash-Shaffat 37:95)

2. Mengumpulkan data atau penjelasan berkaitan dengan masalah tersebut, yaitu : ‘sesungguhnya berhala-berhala itu tidak memiliki daya dan kekuatan, hingga tidak mungkin disifatkan dengan Allah'; (QS al-Anbiyaa’ 21:66)

3. Merumuskan asumsi-asumsi, berupa solusi pemecahan masalah, yaitu : ‘sesungguhnya Tuhan itu wajib tetap, tidak berubah dan selalu ada (tidak lenyap) seperti : matahari, bulan, bintang’; (QS : al An’am 6:74-79)

4. Meluruskan asumsi-asumsi, yaitu : ‘bahwa Tuhan adalah yang menciptakan semua bintang, langit, bumi, matahari dan seluruh makhluk yang ada di dalamnya’;

5. Identifikasi keabsahan asumsi : ‘bahwa semua yang ada di alam semesta ini mengindikasikan adanya Allah dan Dialah yasng telah menciptakan alam semesta ini beserta seluruh isinya dalam tatanan yang teratur dan seksama’.

       Berpikir positif adalah berpikir ilmiah melalui tahapan-tahapan yang biasa ditempuh dalam suatu proses penelitian ilmiah. Ujung atau hasil dari proses penelitian ilmiah tersebut adalah kebenaran akan kemutlakan Allah SWT. Setiap proses berpikir ilmiah atau pun penelitian ilmiah, tidak boleh berhenti sebelum sampai pada Yang Maha Benar, Yang Maha Haq, Pencipta alam beserta seluruh isinya, yaitu : Allah SWT.

Semangat Iqra’

        Pola pikir ilmiah seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as. tersebut telah diajarkan oleh Allah SWT kepada nabiNya Muhammad SAW ketika beliau menerima wahyu yang pertama kali, sekaligus sebagai tanda kenabian beliau, yaitu QS al ‘Alaq 96:1-5.

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,

2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

         Melalui wahyu yang pertama kali diturunkan ini, Allah SWT telah mengajarkan kepada manusia melalui Rasul-Nya pola pikir ilmiah, pola pikir positif yang harus senantiasa menghiasi dirinya untuk terus dan tetap belajar sampai akhir hayatnya, belajar apa saja sebagai sarana mencapai derajat mulia di sisi-Nya, yaitu derajat Muttaqin.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari QS al-‘Alaq 96:1-5 tersebut adalah :

1. Baca dan Bacakanlah atau pelajari dan ajarkanlah. Kandungan dari makna Iqra’ adalah sama dengan : wa tawashau bil haqqi, yaitu saling berwasiat dalam kebenaran, yang mengandung arti mencari dan menggali untuk menemukan kebenaran yang pada saatnya menyebarkan dan mengajarkan kebenaran itu kepada orang lain.

2. Obyek bacaan dan yang dibacakan adalah seluruh ayat-ayat Allah SWT, baik yang ada dalam Al Qur’an (ayat Tanzilliyah) maupun ayat-ayat Allah SWT yang berupa alam semesta ciptaan Allah SWT (ayat Kauniyah).

3. Dalam mengawali seluruh aktivitas selalu dimulai dengan : a) menyebut dan mengingat nama Allah SWT; dan b) bertindak atas nama Allah SWT (bismi rabbika), serta c) tujuannya adalah meraih keridlaan Allah SWT.

4. Akhir dari seluruh aktivitas manusia adalah : menjadi Khalifatullah dan Abdullah. Khalifah merupakan fungsi asasi (dasar) manusia untuk menterjemahkan, menjabarkan dan membumikan (mengaplikasikan) sifat-sifat Allah yang serba Maha dalam batas-batas kemanusiaan. Sedang Abdullah merupakan tugas asasi manusia untuk melaksanakan ibadah, mengabdikan diri semata-mata kepada Allah. Abdullah adalah perwujudan dari khalifatullah berupa ketundukkan, kepatuhan dan ketaatan kepada Allah swt.

          Akhirnya, tugas manusia sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Allah SWT kepadanya dalam bentuk akal dan pikiran adalah menggunakannya secara positif dalam bentuk belajar sepanjang hayat dengan selalu memikirkan ayat-ayat Allah SWT untuk membawanya pada derajat muttaqin, yaitu orang yang senantiasa takut akan siksa dan adzab Allah SWT, sebagaimana firman-Nya : QS al-Fathir 35:28

"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."

Wallahu a’lamu bishshawab

Kamis, 15 Januari 2015

Kepemimpinan Islam Pasca-Rasulullah Saw


        Sebagaimana yang telah dijelaskan pada keterangan yang lalu bahwa dalam sistem pemerintahan Ilahi, kekuasaan dan kedaulatan mutlak berada di tangan Allah Ta’ala, sebagai Pencipta dan Pemelihara jagat raya, dan segala sesuatu selain-Nya harus tunduk kepada-Nya, kemudian Ia memberikan mandat kepada Rasulullah Saw. sebagai kepercayaan-Nya, maka siapakah gerangan yang akan menjadi kepercayaan Allah setelah Rasulullah Saw ? Mengingat bahwa Islam sebagai agama yang global dan inter generasi dan diturunkan untuk seluruh umat manusia sampai hari kiamat, maka kepemimpinan dan pemerintahan Islam tidak terhenti dengan wafatnya Rasulullah Saww. Kepemimpinan Islam terus terbentang dan berlaku selagi manusia masih ada di atas permukaan bumi ini. Nah, sehubungan dengan ini, masalah khilafah digulirkan dan dibicarakan bahkan menjadi isu yang paling hangat sejak wafatnya Rasulullah Saww. sampai saat ini. Siapakah yang manjadi khalifah (pemimpin kaum muslimin pasca Rasulullah) ? Dan bagaimanakah proses pengangkatan khilafah Islamiyyah ? 

    Sudah tidak menjadi rahasia lagi, bahwa terdapat dua pandangan yang kontradiktif tentang masalah khilafaturrasul. Sebagian kaum muslimin berpendapat bahwa pengangkatan khalifah diserahkan kepada umat Islam (baca : masyarakat Islam ) dengan mengadakan voting atau syura’, sementara sebagian yang lain berpendapat bahwa pengangkatan khalifah adalah hak Allah bukan hak manusia. 

    Dalam bukunya, Makrifatullah, dengan sangat arif Ayatullah Makarim Syirazi menjelaskan duduk permasalahan khilafah. Menurutnya, sebenarnya perselisihan tidak akan muncul kalau kedua kubu itu mempunyai pemahaman yang sama tentang arti khalifah. Perselisihan timbul disebabkan kedua golongan tersebut memberikan makna yang berbeda tentang khalifah. 

   Menurut golongan pertama, khalifah bertugas sebagai pemimpin negara dan urusan dunia saja. Oleh karena itu, seorang khalifah tidak diharuskan seorang yang paling baik, paling takwa dan paling memahami urusan-urusan agama. Persyaratan menjadi khalifah cukup dengan kemampuannya memimpin pemerintahan (kafa’ah). Atas dasar makna ini, pengangkatan seorang khalifah cukup dengan syura’ atau menurut suara yang terbanyak, tidak harus ada intervensi dari syariat. 

    Sedangkan golongan kedua berpendapat bahwa jabatan khalifah sama dengan jabatan Rasululullah kecuali menerima wahyu. Oleh karena itu seorang khalifah mesti orang yang paling baik, paling takwa dan paling memahami agama Islam, dan tentunya mempunyai kafa’ah juga. Maka yang mengetahui manusia seperti itu tidak lain adalah Allah Ta’ala Sebagaimana Nabi diangkat oleh Allah demikian pula khalifah diangkat oleh-Nya melalui Rasul-Nya. Jadi kesepakatan akan terjadi di antara dua golongan itu jika mereka bersepakat dalam memaknai kata khalifah, (Lihat kitab Makrifatullah hal. 227-229). 

    Di sini tidak akan kami bahas perselisihan di antara dua golongan tersebut. Namun kami akan lebih menekankan pada fungsi seorang khalifah atau pemimpin kaum muslimin dengan mengacu kepada ajaran Islam yang komprehensif dan kepemimpinan Rasulullah Saww. (Bagi pembaca yang ingin mendapatkan penjelasan yang memadai tentang model kepemimpinan dalam Islam dipersilahkan membaca buku Suksesi karya Syahid Muhammad Baqir Shadr, yang cukup representatif membicarakan masalah kepemimpinan dalam Islam). 

    Sebagaimana telah diketahui bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan lengkap dan bahwa Nabi Muhammad Saww. selain menyampaikan wahyu dan tempat bertanya tentang masalah-masalah keagamaan (marja’iyyah diniyyah), juga beliau adalah pemimpin negara Islam. Maka tugas seorang khalifah, sesuai dengan arti dari khalifah, yaitu penggganti atau wakil, sama dengan tugas Nabi Saww. kecuali menerima wahyu. 

Keterangan Tekstual Tentang Pemimpin Islam Pasca Rasulullah Saw 

    Dalam berbagai kitab hadis dikutip sebuah hadis yang cukup populer dengan redaksi yang berbeda namun maksudnya sama. Rasulullah Saww. bersabda, "Barangsiapa mati sementara dia tidak mengenal imam zamannya maka dia akan mati seperti matinya orang-orang jahiliyyah." Hadis ini dengan jelas menekankan pentingnya masalah kepemimpinan sehingga seorang muslim yang tidak mengenal imam yang ada pada zamannya akan mati seperti orang-orang jahiliyyah. Sedemikian pentingnya masalah kepemimpinan dalam Islam sehingga tidak mungkin Rasulullah mengabaikankannya tanpa memberikan penjelasan kepada umat Islam tentang proses pengangkatannya dan kriteria-kriteria seorang pemimpin setelah beliau wafat. 

    Sebagian mufasir mengatakan bahwa ayat yang berbunyi "Wahai Rasul, sampaikankanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Jika tidak kamu lakukan maka kamu tidak menyampaikan risalahNya ‘ ( QS Al-Maidah, 5 : 67) merupakan perintah dari Allah agar Rasulullah menyampaikan wasiat terakhir tentang kepemimpinan (Lihat tafsir Al-Mizan dan tafsir Majma’ al Bayan berkenaan dengan ayat di atas). 

   Juga ayat yang berbunyi, "Wahai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan Ulil amri dari kalian " (QS An-Nisa’, 4 : 59) merupakan perintah dari Allah untuk menaati para pemimpin setelah Rasulullah Saww. Kalau kita merujuk ke literatur-literatur hadis, maka akan kita dapatkan sejumlah riwayat dari Rasulullah tentang masalah khalifah atau pemimpin. Di antaranya adalah : "Agama ini akan tetap tegak sampai hari kiamat atau selama kalian dipimpin oleh dua belas khalifah. Semuanya dari Quraisy " (Shahih Muslim jilid 6 halaman 4); "Islam akan senantiasa mulia sampai dengan dua belas khalifah " (Shahih Bukhari jilid 8 halaman 105 dan 128) dan riwayat-riwayat lainnya yang tidak perlu kami sebutkan semuanya. 

  Dengan demikian, masalah dan model pemerintahan pasca-Rasulullah Saww. telah selesai dibicarakan, yaitu kekhilafahan. Dalam keterangan tekstual maupun sejarah tidak ada keterangan tentang pengangkatan pemimpin Ilahi atau khalifah melalui syura’. Syura’ biasanya dipraktikkan dalam masalah-masalah sosial yang duniawi, sedangkan khilafah dan kepemimpinan tidak hanya duniawi saja. Malah dalam beberapa hadis disebutkan juga pribadi-pribadi yang berhak menjadi pemimpin dan mereka telah diangkat oleh Rasulullah sendiri. Mereka itu adalah, ‘Ali bin Abi Thalib, Al-Hasan, Al-Husain, ‘Ali Zainal Abidin, Muhammad Al-Baqir, Ja’far Ash-Shadiq, Musa Al-Kazhim, ‘Ali Ar-Ridha’, Muhammad Al-Jawad, ‘Ali Al- Hadi, Hasan Al-‘Askari dan Muhammad Al-Mahdi (salam sejahtera atas mereka semuanya). Mereka adalah khalifah-khalifah Nabi yang berjumlah dua belas dan hujjah-hujah Allah setelah Nabi Saww. Mereka mempunyai tugas yang sama dengan Nabi hanya saja mereka tidak mendapatkan wahyu atau membawa syariat baru. 

      Menarik untuk dicermati, bahwa pemerintahan Ilahi memberi kesan adanya kekuasaan yang turun temurun atau yang dalam istilah yang terkenal dewasa ini, nepotisme. Sebagian tokoh kita ada yang keberatan dengan sistem pemerintahan Ilahi karena alasan nepotisme dan otoriter, tidak mengenal syura’ dalam pengangkatan pemimpin. 

     Mengapa nepotisme ? Kata nepotisme bagi kaum demokrat berkonotasi negatif, yaitu pembagian jabatan-jabatan pemerintahan berdasarkan kekerabatan (Lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia). Tetapi kesan nepotisme yang negatif itu tidak akan muncul dalam sistem pemerintahan Ilahi karena dalam pemerintahan Ilahi kekuasaan hanya milik Allah Swt., bukan milik rakyat atau bersama (seperti yang telah diuraikan pada bagian pertama dari tulisan ini). Dan sebenarnya keburukannya nepotisme itu karena tidak memberikan jabatan kepada orang-orang yang tidak mempunyai kelayakan, namun memberikannya kepada seseorang hanya karena pertimbangan keluarga. Tetapi lain halnya dengan sistem pemerintahan Ilahi, kekuasaan dan kepemimpinan diberikan kepada orang-orang yang menurut Allah dan Rasul-Nya mempunyai kelayakan (kafa’ah), meskipun mereka dari satu keluarga atau turun temurun. Oleh karena itu, Allah menjadikan keturunan Nabi Ibrahim as. sebagai nabi dan pemimpin, seperti Ismail, Ishak, Ya’kub dan Yusuf, karena Allah mempercayai mereka sebagai pemimpin umat manusia. Demikian pula para khalifah Nabi Muhammad Saww. diangkat atas pertimbangan yang sama, yakni mereka dipercayai untuk melanjutkan kepemimpinan Allah dan Rasul-Nya. 

  Berkenaan dengan ini, Alquran menjelaskan, "Aku hendak menjadikanmu pemimpin untuk manusia. Dia ( Ibrahim) berkata, " Dan dari keturunanku ?" Allah menjawab "(ya, tetapi) janjiku (kepemimpinan) ini tidak diberikan kepada (keturunanmu) yang zalim."(QS Al-Baqarah : 124) dan juga mengatakan, "Sesungguhnya Allah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran atas seluruh semesta alam raya. Sebagian dari mereka adalah keturunan dari sebagian yang lain "(QS Ali Imran : 33-34). Oleh karena itu, pemerintahan Ilahi tetap beranjak dari kekuasaan dan kepemimpinan Allah dan Allah pulalah yang akan menentukan siapa pemimpin kaum muslimin setelah Rasulullah Saww. 

Kepemimpinan Para Ulama ( Wilayah Al-Faqih) 
   
      Islam sebagai agama yang universal dan lintas bangsa dan generasi sampai hari kiamat telah menjelaskan kepada kita estafet kepemimpinan setelah Rasulullah Saww. dan para khalifah. Penerima mata rantai kepemimpinan atau tongkat kepemimpinan mereka adalah para ulama. Ulama dalam Islam bukanlah pribadi yang hanya menguasai ilmu agama saja, tetapi lebih dari itu ia harus tampil sebagai pemimpin kaum muslimin yang harus memahami denyut dan detak jantung umat dengan baik dan peduli terhadap masalah-masalah sosial serta mampu mengatasinya, karena mereka, sebagaimana dalam beberapa hadis yang akan kami sebutkan, adalah pewaris para nabi. Dan dalam kenyataannya, sejarah dunia Islam terhiasi dengan perjuangan yang heroik para ulama dalam membela umat Islam dan melawan kezaliman, khususnya kolonial. 

Berikut ini hadis-hadis tentang posisi ulama dalam Islam

1. Dari Abu Abdillah dari Rasulullah Saww.: "Para fuqaha’ adalah kepercayaan para rasul selagi mereka tidak masuk ke dalam (urusan) dunia. " Beliau ditanya, "Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan masuk ke dunia ?" Beliau menjawab, "Mengikuti penguasa (sultan). Jika mereka mengerjakan itu, maka waspadailah mereka atas agama kalian. "(Al-Kafi jilid 1 halaman 38) 

2. Rasulullah Saww. bersabda, "Para ulama adalah kepercayaan Allah untuk makhluk-Nya " dan juga beliau bersabda, " Ulama adalah kepercayaan umatku." (Kanz Al-‘Ummal) 

3. Rasulullah saww. bersabda, "Ulama adalah pemimpin dan orang-orang bertakwa adalah penghulu", (Kanz Al-‘Ummal) dan hadis-hadis yang lain. 

     Dari hadis-hadis ini tampak jelas begitu pentingnya posisi ulama dalam Islam. Mereka selaku pewaris nabi mempunyai tugas dan tanggung jawab yang hampir sama, kalau tidak dikatakan, sama dengan nabi. Tugas yang paling penting adalah memimpin umat. Jadi dalam pemerintahan Islam kepemimpinan setelah Allah, rasul dan para khalifah adalah para ulama. Perlu dicatat, bahwa dalam pemerintahan Ilahi pemimpin tertinggi dan mutlak adalah Allah, sedangkan Nabi dan para khalifah hanyalah pelaksana saja. Demikian pula ulama tidak lain dari kepanjangan tugas Nabi dan para khalifahnya. Kepemimpinan ulama tidak berarti dia single fighter dalam mengurus seluruh urusan pemerintahan. Dia mesti dibantu oleh para pakar atau lembaga dalam berbagai bidang dan urusan pemerintahan. Dia hanya mengawasi dan membimbing para pejabat agar tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan agama. Agar kebijaksanaannya sebagai pemimpin tidak salah atau merugikan masyarakat, maka dia harus mengadakan musyawarah dengan dewan ahli (Llihat Wilayat Al-Faqih juz 1:12). 

     Sudah menjadi salah kaprah dewasa ini, gelar ulama diberikan kepada seseorang tanpa sebuah quality selective dalam keilmuannya, ketakwaannya dan ke-wara’-annya, sehingga amat dengan mudah dan dengan pengertian yang sangat longgar kata ulama disandang seseorang. Sungguh sangat dilematis, seseorang disebut ulama, padahal tidak memenuhi kriteria ulama, dituntut untuk berperan sebagai pengganti Nabi. Dan ini tidak jarang menjadi sebuah pelecehan terhadap posisi ulama yang sangat mulia dan terhormat. 

     Melihat kenyataan seperti itu, akhirnya posisi itu secara absurd diambil alih oleh selain ulama. Dalam urusan pemerintahan "Ulama" tidak lagi dapat diandalkan untuk memimpin sebuah negara dan sebagai pemilik otoritas tertinggi dalam pemerintahan. Walaupun terkadang suara ulama diambil dalam sebuah keputusan, itupun hanya sekedar bahan pertimbangan belaka. Keputusan akhir tetap oleh pihak yang berkuasa yang bukan ulama. Demikian pula dalam masalah keilmuan. Oleh karena kualitas keilmuan ulama untuk menjawab berbagai problema kehidupan minim sekali, maka tidak jarang dari selain ulama mengambil jalan pintas melalui beberapa referensi ilmu agama (ayat dan hadis) untuk mengambil keputusan sendiri dan menyatakan bahwa keputusannya itu adalah hukum dan ajaran Islam., dan juga ulama tidak lagi menjadi teladan dalam kehidupan pribadi dan sosialnya, sehingga umat mencari figur yang bukan ulama untuk dijadikan idola dan teladan. 

    Begitu pentingnya posisi ulama dalam pemerintahan Ilahi, maka Islam meletakkan beberapa kriteria ulama yang rabbani, yang mempunyai tugas yang mulia tersebut. Di antara kriteria-kriteria ulama itu ialah : 

     Pertama, takut kepada Allah Swt. : "Sesungguhnya yang takut kepada Allah hanyalah para ulama".(QS Al-Fathir : 28). Allamah Al-Thabathaba’i dalam tafsirnya berkata, "Yang dimaksud dengan ulama adalah orang-orang yang mengenal Allah Swt. beserta asma’-Nya, sifat-sifat-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya dengan pengetahuan yang sempurna sehingga menenangkan hati mereka dan menghilangkan keraguan dari mereka serta akan tampak pengaruhnya dalam tindakan mereka yang nyata sehingga perbuatan mereka menjadi manifestasi ucapan mereka. Dan yang dimaksud dengan takut adalah takut yang sebenarnya yang diikuti dengan ke-khusyu’-an batin dan ketundukan lahir. " (Tafsir Al-Mizan juz 17:43). 

   Kedua, memahami agama dengan baik dan mendalam. Allah Swt. berfirman, "Hendaknya sekelompok dari setiap golongan dari kalian pergi ber-tafaqquh dalam din dan lalu memberi peringatan kepada kaum mereka jika mereka kembali kepada (kaum mereka) supaya mereka berhati-hati."(QS At-Taubah, 9: 122). Tafaqquh berarti memahami din secara mendalam. Dari akar kata yang sama, kata faqih yang berarti seorang yang mendalam dalam pengetahuan din (Lihat Al-Munjid). Yang dimaksud din adalah agama Islam yang komprehensif dalam mengatur semua aspek kehidupan manusia, termasuk sosial dan politik. 

    Ketiga, memperjuangkan agama, menjaga diri dari kemaksiatan dan dorongan hawa nafsu serta menaati agama dengan ketat. Dalam sebuah riwayat yang sampai kepada Imam Al-Mahdi (semoga Allah menyegerakan kehadirannya) disebutkan, "Barangsiapa dari para faqih terdapat faqih yang membela agamanya, menjaga dirinya, tidak mengikuti hawa nafsunya dan menaati Allah [atau Nabi dan Imam], maka bagi orang awam wajib mengikutinya. " (Tahrir Al-Wasilah jilid 1:3 ). 

     Dari keterangan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kepemimpinan ulama (wilayah al-faqih) adalah kepanjangan dari kepemimpinan Allah, Rasul dan para khalifah, Alhamdulillah.

Rabu, 14 Januari 2015

PENDIDIKAN ANAK MENURUT ISLAM


(BAGIAN UTAMA PENDIDIKAN ISLAM DALAM KELUARGA)

LANDASAN
Firman Allah SWTdalam al- Qur’an surat: 66/at-Tahrim : 6; 4/an-Nisaa’ : 9; sabda Nabi SAW  : ‘setiap anak itu dilahirkan dalam keadan fitrah (Muslim), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi’.  (HR. Bukhary-Muslim).
Dari landasan normatif tersebut mucul dalam setiap jiwa (hati) orang tua apa yang disebut dengan MOTIVE THEOGENETIC, yaitu : suatu kesadaran  bahwa anak adalah titipan Tuhan sehingga tergerak di dalam jiwanya (hatinya) untuk menjaga, memelihara, membimbing anaknya agar selamat dari siksa api neraka, menjadi generasi yang kuat, berbahagia dan tetap dalam fitrahnya, yaitu : MUSLIM.
ANAK ADALAH AMANAH YANG HARUS DITUNAIKAN.

SATU-SATUNYA JALAN UNTUK ITU ADALAH : PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN.

ALASAN (WHY)
     Di samping landasan normatif tersebut di atas sebagai alasan anak harus dididik, dan ini merupakan bagian utama dari tugas orang tua, selain memberi nafkah, terdapat beberapa alasan (teoritik dan empirik), yaitu : 1) alasan Paedagogis, bahwa : manusia adalah ANIMAL EDUCABIL, yaitu hewan yang bisa dididik; 2) alasan Psikologis, bahwa sejak lahir anak itu secara psikis maupun pisik netral, sejak lahir telah dibekali disposisi positif dan negatif; 3) alasan Sosiologis, bahwa manusia adalah makhluk sosial dan dari interaksi sosialnya melahirkan kultur atau budaya; dan merupakan naluri manusia untuk mempertahankan budayanya; 4) alasan Filosofis, manusia adalah makhluk berpikir dengan rasa ingin tahu yang sangat besar; 5) alasan Religius, manusia adalah makhluk bertuhan dengan naluri keberagamaan (gharizah diniyyah). Alasan-alasan ini memberikan gambaran betapa potensi yang dimiliki oleh manusia yang besar.
JAWABAN DARI SEMUA POTENSI TERSEBUT AGAR DAPAT BERKEMBANG DENGAN BAIK DAN BENAR ADALAH : PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN.
 
KAPAN (WHEN)
  Sedini mungkin. Pendidikan anak diberikan sejak sedini mungkin, bisa dimulai ketika mencari jodoh. Nabi SAW bersabda : ‘Carilah tempat kamu menebar benih tempat yang baik’; ‘Wanita hitam tetapi bisa memberi keturunan lebih baik dari pada wanita putih tapi tidak mampu memberi keturunan’. Terus secara berturut-turut pendidikan tetap dilakukan oleh orang tua, seperti ketika menikah : membaca syahadat, membaca istighfar; ketika melakukan hubungan suami isteri dengan membaca do’a, sampai pada kehamilan pertama, ketika dilahirkan dengan dibacakan adzan dan iqamah dan seterusnya.
Sampai kapan ? Secara teoritik sampai anak itu DEWASA, yaitu : sampai anak itu : mantap (stabil) pandangan hidupnya, nilai kehidupannya dan tingkah lakunya; sampai anak itu memiliki tanggung jawab, baik individual, sosial maupun susila; dan sampai anak itu mandiri secara ekonomi dan perbuatan. Tetapi, karena secara empirik tidak ada manusia yang mampu memiliki semua ciri-ciri dewasa tersebut dalam satu waktu dan permanen,  maka sepanjang hidupnya dia harus dididik (harus belajar).
JAWABAN DARI PERTANYAAN INI ADALAH : SEDINI MUNGKIN DAN SEUMUR HIDUP.


APA (WHAT)

    Fitrah atau potensi atau unsur utama manusia adalah : Jasmani, Ruhani, dan Akal. Maka, isi pendidikan yang sesuai dengan ketiga potensi tersebut adalah : ketrampilan, sikap dan ilmu. Ketrampilan menggambarkan amal atau akhlak manusia; sikap menggambarkan iman atau keyakinan manusia; dan ilmu menggambarkan tuntunan yang dipegangi manusia atau syari’ah-ibadah. Dengan demikian, seperti dicontohkan oleh Luqman as. ketika mendidik anak-anaknya : yang pertama dididikkan adalah : AQIDAH, yang kedua AKHLAK, dan yang ketika IBADAH (QS. 31/Luqman : 13, 14 dan 17)
Manusia yang utuh adalah yang berkembang secara konsisten dan persisten semua unsur dasarnya tersebut, yang dalam pendidikan Islam disebut dengan PRIBADI MUSLIM, yaitu orang yang berkembang Imannya, berkembang Ilmunya, dan berkembang Amalnya.
JAWABAN DARI PERTANYAAN INI ADALAH : SYARI’AH ISLAMIYAH.

   DI MANA (WHERE)
     Anak memperoleh pendidikan pertama dan utama adalah di lingkungan pertamanya dan utamanya, yaitu rumah atau KELUARGA. Setelah anak menghadapi dan mengalami perkembangan sosial yang sangat beragam, mereka membutuhkan ‘jembatan’ dalam bentuk pendidikan formal di SEKOLAH. Setelah itu, pergaulan sosialnya semakin meluas, anak memerlukan lingkungan pendidikan yang lebih luas pula, yaitu MASYARAKAT.
Keberhasilan anak dalam menempuh pendidikan di dua lingkungan terakhir, sekolah dan masyarakat, lebih banyak juga di pengaruhi oleh keberhasilan pendidikannya di lingkungan pertama, yaitu keluarga.
JAWABAN DAR PERTANYAAN INI ADALAH : DI RUMAH

SIAPA (WHO)

    Orang yang pertama kali dikenal secara pisik, lebih-lebih secara emosi adalah ibu. Dialah yang mengandungnya, menyusuinya, dan sebagainya. Maka secara naluriah pula anak lebih dekat dengan ibu. Kepada ibu semua persoalan dan pertanyaan diajukan. Kepada ibu anak mencari perlindungan. Dengan demikian ibulah pendidikan utama dan pertama bagi anak, ibu adalah MADRASAH bagi anak. Begitu juga sabda Rasul : ‘Doa ibu lebih terkabul, karena adanya hubungan darah secara langsung’.
JAWABAN PERTANYAAN INI ADALAH : IBU

BAGAIMANA CARANYA/METODENYA (HOW)
Anak memiliki naluri TAQLID yang sangat kuat. Siapa yang ditiru ? Orang yang paling dekat, paling dicintai, paling disayangi. Apa saja yang dilakukan oleh mereka mudah sekali ditiru oleh anak. Maka metode atau cara yang paling berpengaruh atau efektif adalah : KETELADANAN DAN PEMBIASAAN.
Kepada anak diberikan contoh-contoh perbuatan atau tingkah laku secara langsung dan mereka dibiasakan untuk melakukan itu. Bisa karena biasa.
JAWABAN PERTANYAAN INI ADALAH : KETELADANAN DAN PEMBIASAAN.

PENUTUP

    Tujuan hidup manusia adalah tujuan penciptaan manusia oleh Allah SWT, yaitu menjadi : ABDULLAH ( QS. 51/adz-Dzaariyaat : 56); menjadi KHALIFATULLAH (QS.2/al-Baqarah : 30); meraih kebahagian dunia dan akhirat dan terbebas dari siksa api neraka (QS.2/al-Baqarah : 201), serta menjalankan atau meneruskan tugas risalah Nabi Muhammad SAW menjadi RAHMAT BAGI SELURUH ALAM (QS. 21/al-Anbiyaa’ :107).
     Tujuan-tujuan tersebut tidak mungkin tercapai tanpa pendidikan, pendidikan yang utuh, yang tidak membeda-bedakan, memisah-misahkan antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Semua harus diajarkan, dipelajari sesuai dengan kadar peranan dan tanggung jawab masing-masing. Pada hakekatnya ilmu adalah satu, karena sumbernya satu, yaitu : ALLAH SWT, dan tujuannya pun satu, yaitu untuk BERIBADAH kepada-NYA.
 Wa Allahu a’lam bi al-shawab.

Selasa, 06 Januari 2015

HIKMAH BERWUDHU

Bismillahirrahmaanirrahiim
    Berikut ini adalah hikmah yang dapat kita peroleh dari wudhu
seperti yang diuraikan Imam Al-Ghazali dalam bukunya "Ihya Ulumuddin".Mudah-mudahan Allah swt selalu mencucurkan rahmat-Nya. Banyak di antara kita yang tidak sadar akan hakikat bahwa
setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmahnya yang tersendiri.


    Hikmah Berwudlu:
1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah
ampunilah dosa mulut dan lidahku ini "
Penjelasan : Kita hari-hari bercakap benda-benda yang tak
Berfaedah.

2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah,
putihkanlah mukaku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini".
Penjelasan : Ahli syurga mukanya putih berseri-seri.

3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan, "Ya
Allah, berikanlah hisab-hisab ku di tangan kanan ku ini"
Penjelas an: Ahli syurga diberikan hisab-hisabnya di tangan
kanan

4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, "Ya
Allah, janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di tangan kiriku ini".
Penjelasan : Ahli neraka diberikan hisab-hisabnya di tangan
kiri

5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah,
lindungilah daku dari terik matahari di padangMasyar dengan ArasyMu"
Penjelasan : Panas di Padang Masyar macam matahari sejengkal
di atas kepala.

6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan,"Ya
Allah,ampunilah dosa telinga ku ini"
Penjelasan : Hari-hari mendengar orang mengumpat, memfitnah,
mendengar lagu- lagu berunsur maksiat.

7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan."Ya
Allah, permudahkan-lah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim".
Penjelasan : Ahli syurga melintasi titian dengan pantas
sekali.

8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu Dengan,"YaAllah,
bawakanlah daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat-tempat
maksiat"
Penjelasan : Qada' dan Qadar kita di tangan Allah.

Pernah kita terfikir mengapa kita mengambil wudhu sedemikian
rupa?
Pernah kita terfikir segala hikmah yang kita peroleh dalam
menghayati Islam?
Pernah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat
Islam?



Bersyukurlah dan bertaubat selalu.

Semoga Bermanfaat

 WISH U LUCK

Jumat, 02 Januari 2015

Drama Korea Terbaru Di Awal Tahun 2015


Salam Budaya

    Tak terasa kita sudah menginjak tahun 2015, membuka lembaran baru dan menutup lembaran lama tapi tetap tidak melupakannya, pada tahun baru ini sobat ada info menarik yang datang dari negeri ginseng di sana yaitu Korea Selatan, kabar ini mengenai drama korea yang akan tayang di awal tahun 2015, WOW...!!! bagi pecinta drakor dan k-pop pasti sudah tidak sabar untuk menyaksikan drama korea terbaru yang siap menggocok perut hahaha dan melelehkan air mata hiks hiks, bagi pecinta drakor wajib membaca dan mengetahuinya dan berikut drama korea terbaru awal tahun 2015.

    Check it Out ! Salam Sarangheo !

    1. Heart To Heart

Judul: Heart to HeartRevised romanization: Hateu Too Hateu
Sutradara: Lee Yoon-Jung
Penulis naskah: –
Pemain: Choi Gang-Hee, Chun Jung-Myung, Ahn So-Hee
Network: tvN
Episode: 16
Tanggal tayang: 2 Januari – 21 Februari 2015
Hari: Jumat – Sabtu, pukul 20:30

      Sinopsis: Cha Hong-Do (Choi Gang-Hee) menderita fobia sosial dan memiliki masalah dengan wajah memerah yang parah. Dia memang memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan belajar dari buku dan internet. Suatu hari, nenek Cha Hong-Do meninggal. Neneknya adalah satu-satunya penghubung dengan dunia luar. Cha Hong-Do kemudian mulai melakukan pekerjaan rumah tangga sebagai pembantu, dia menyamar sebagai seorang wanita tua. Melalui sebuah peristiwa, dia bertemu seorang psikiater, Ko Yi-Seok.

    2. Blood

Judul : Blood
Revised romanization : Beulreodeu
Sutradara : Ki Min-Soo
Penulis naskah : Park Jae-Bum
Pemain : Ahn Jae-Hyeon, Ku Hye-Sun, Ji Jin-Hee
Network : KBS2
Episode : -
Tanggal tayang : Februari 2015
Hari : Senin - Selasa, pk 21:55
Bahasa : Korea

     Sinopsis : Bersetting di dalam rumah sakit. Seorang vampir bekerja sebagai dokter. Pertempuran antara yang baik dan yang jahat serta cinta abadi yang berlangsung.

   3. Spy


Judul : Spy (working title)
Revised romanization : Seupai
Sutradara : Park Hyun-Suk
Penulis naskah : Han Sang-Woon
Pemain : Kim Jae-Joong, Bae Jong-Ok, Yu Oh-Seong
Network : KBS2
Episode : -
Tanggal tayang : Januari 2015
Hari : Jumat, pukul 20:55-21:50
Bahasa : Korea

Sinopsis : Bercerita tentang Sun-Woo (Kim Jae-Joong), agen rahasia di Badan Intelijen Nasional, dan ibunya Hye-Rim (Bae Jong-Ok). Ibunya adalah mantan mata-mata Korea Utara.




   4. Shine Or Go Crazy

Judul : Shine or Go Crazy (literal title)
Revised romanization : Bitnageona Michigeona
Sutradara : Son Hyeong-Seok
Penulis naskah : Hyun Go-Woon (novel)
Pemain : Jang Hyuk, Oh Yeon-Seo, Lim Ju-Hwan, Lee Ha-Nui
Network : MBC
Episode : -
Tanggal tayang : Januari 2015 --
Hari : Senin - Selasa, pk 22:00
Bahasa : Korea

    Sinopsis : Wang So (Jang Hyuk) adalah Raja Goryeo. Dia memiliki masa kecil yang kesepian, karena sebuah kutukan. Saat ia tumbuh dewasa, ia menyadari bakatnya untuk menjadi seorang raja. Wang So terlihat cerah, tetapi ia memiliki pikiran yang terluka. Suatu hari, ia bertemu Shin Yool (Oh Yeon Seo-), yang merupakan Putri terakhir dari Balhae. Ia dilahirkan dengan takdir menjadi cahaya bagi negara lain. Karena takdir, dia menghadapi kematian. Melalui pernikahan satu malam, Wang So dan Shin Yool bersatu dan benih-benih cinta mulai tumbuh.

   5. My Heart Twinkle Twinkle

Judul : My Heart Twinkle Twinkle 
Revised romanization : Nae Maeum Banjjakbanjjak
Sutradara : Oh Se-Gang
Penulis naskah : Jo Jung-Sun
Pemain : Kim Jung-Eun, Kim Su-Ro, Lee Tae-Im, Lee Pil-Mo, Nam Bo-Ra, Oh Chang-Suk
Network : SBS
Episode : -
Tanggal tayang : Januari 2015
Hari : Sabtu & Minggu pukul 22:00

    Sinopsis : Ayah Soon-Jin (Jang Shin-Young) memiliki restoran ayam Jinsim. Dia memiliki dua adik perempuan: Soon-Soo (Lee Tae-Im) dan Soon-Jung (Nam Bo-Ra). Sejak ibunya meninggal, Soon-Jin telah mengurus ayah dan dua adiknya. Dia sekarang juga menjalankan restoran ayam Jinsim mereka. Soon-Jin khawatir tentang restoran ayam saingan mereka, Woontak, yang dikelola oleh seorang pria berdarah dingin Woon-Tak (Bae Soo-Bin)

   6. Kill Me Heal Me

Judul : Kill Me, Heal Me
Revised romanization : Kilmi, Hilmi
Sutradara : Kim Jin-Man
Penulis naskah : Jin Soo-Wan
Pemain : Ji Sung, Hwang Jung-Eum, Park Seo-Joon, Kim Yoo-Ri, Oh Min-Seok
Network : MBC
Episode : -
Tanggal tayang : Januari 2015
Hari : Rabu - Kamis, pk 21:55
Bahasa : Korea

    Sinopsis : Sebuah kisah cinta antara anak dari keluarga kaya yang memiliki 7 kepribadian dan seorang penduduk perempuan yang menjadi dokter rahasia baginya.

   7. Jekyll And Me

Judul : Jekyll and I
Revised romanization : Jikilgwa Na
Sutradara : Jo Young-Gwang
Penulis : Lee Chong-Ho (komik), Kim Ji-Woon
Pemain : Hyun Bin, Han Ji Min
Network : SBS
Episode : TBA
Tanggal tayang : Januari 2015
Hari : Rabu & Kamis, pukul 21:55 



    Sinopsis : berkisah tentang seseorang yang memiliki dua kepribadian yang berbeda. Salah satu kepribadian nya dingin seperti Jekyll dan yang lain adalah manis seperti Hyde.

WISH U LUCK


Kamis, 01 Januari 2015

10 Game Terbaru Yang Paling Di Tunggu Di Tahun 2015

 Salam Budaya

    Happy New Year !!!  kalau tahun baru apanya yang baru ya ? disini ada kabar baru yang menarik apalagi bagi pecinta game, di tahun 2015 ini adalah tahun dimana game terbaru rilis dan yang paling di tunggu oleh para gamer di tahun 2015 ini, dan otomatis gamenya keren banget sob, sepertinya sobat ilustrator sudah tidak sabar yo kita lihat :

   1. Batman Arkham Knight

     Game yang di adaptasi dari film dan menjadi game popular di tahun 2014 kemarin dengan seri yang bermacam-macam, dan dibantu lagi dengan jalan cerita yang luar biasa, dalam game ini akan ada banyak hal yang terbaru seperti Batmobil batman yang super cool denga map kota yang lebih luas dari sebelumnya, game ini akan luncur 2 juni 2015 dan dapat dimainkan di PS4,XBOX dan juga PC.


   2. Final Fantasy XV

    Angkat tangan bagi pecinta Final Fantasy ! siapa yang tidak tahu dengan game ini, dari saya sd sampai sekarang game ini adalah salah satu game yang berhasil merebut hatiku hihihi, ( alay ), oke final fantasy 2015 masih belum di ketahui tanggal berapa ia akan rilis, yaa bersabar ja deh bagi pecinta final fantasy, game ini dapat di mainkan di PS4 dan XBOX.


   3. Starwars Battlefront

    Bagi pecinta starwars anda pasti sudah tidak sabar menanti game terbaru ini, game ceritanya masih belum di ketahui akan tetapi game ini akan menjadi game terseru di tahun 2015, game ini dapat dimainkan di PS4,XBOX dan PC.


   4. Legend Of Zelda


    Nintendo boleh jadi terlambat bersaing mempromosikan game dibandingkan konsol lain. Konsol buatan Jepang ini pun tengah berjuang dengan platform andalan, Wii U. Lewat platform itu, Nintendo mengunggulkan permainan The Legend of Zelda. “Jika Anda penggemar Wii U, The Legend of Zelda merupakan pilihan yang tepat,” kata CNET.
Satu lagi game waralaba lain yang ditunggu-tunggu oleh para gamer di tahun 2015 mendatang adalah Metal Gear Solid. Metal Gear adalah judul game legendaris yang diakui sebagai pionir genre game stealth di platform konsol. Di tahun 2015 mendatang, Metal Gear Solid V: The Phantom Pain kabarnya akan hadir eksklusif di konsol PlayStation 4. 
The Legend of Zelda bakal menjadi salah satu game terbaru yang dinantikan di tahun 2015.



   5. Titan Soul

    Game dengan visual klasik tidak kalah meramaikan tahun 2015. Anda yang rindu memainkan PlayStation 2 dapat merasakannya lewat Titan Souls. Permainan ini dapat dinikmati lewat PlayStation 4 dan di komputer dengan platform Linux serta Mac.


   6. Dying Light

    Dalam cahaya yang sekarat, orang pertama, game horor action kelangsungan hidup, pemain harus menggunakan segala sesuatu dalam kekuasaan mereka untuk bertahan hidup sampai pagi cahaya pertama di dunia terbuka yang luas penuh dengan bahaya. Siang hari, pemain akan melintasi lingkungan perkotaan luas yang dikuasai oleh setan wabah, pemulungan dunia untuk persediaan dan kerajinan senjata untuk membela terhadap meningkatnya populasi terinfeksi. Pada malam hari, pemburu menjadi yang diburu, sebagai yang terinfeksi menjadi agresif dan lebih berbahaya. Paling menakutkan adalah predator yang hanya muncul setelah matahari terbenam. Dying Light akan menjadi salah satu game terbaru di tahun 2015.


   7. Metal Gear Solid V : The Phantom Pain

   Satu lagi game waralaba lain yang ditunggu-tunggu oleh para gamer di tahun 2015 mendatang adalah Metal Gear Solid. Metal Gear adalah judul game legendaris yang diakui sebagai pionir genre game stealth di platform konsol. Di tahun 2015 mendatang, Metal Gear Solid V: The Phantom Pain kabarnya akan hadir eksklusif di konsol PlayStation 4. 


   8. Rise Of Tomb Rider

    Masih ingat kan dengan film Tomb Rider?. Film ini diangkat dari video game Tomb Raider. Kini video game teranyar hanya akan hadir eksklusif di konsol Xbox One. Game ini dinilai akan sama baiknya dengan Tomb Rider seri survival edition pertama yang dirilis pada tahun 2013 lalu.


   9. The Witcher

    Dunia adalah dalam kekacauan. Udara kental dengan ketegangan dan asap dari desa-desa yang terbakar. Kekaisaran menakutkan Nilfgaard telah menyerang lagi, ravaging Kerajaan Utara Malang. Sekali-Perkasa yang mencoba menggunakan Geralt untuk keuntungan mereka sendiri sudah hilang. Dalam masa ketidakpastian, tidak ada yang dapat mengatakan keberuntungan apa memegang di toko, yang akan membawa perdamaian ke dunia dan yang akan menyebabkan penderitaan hanya. Semuanya akan Anda temukan di game terbaru 2015, The Witcher 3.


   10. Naruto Ultimate Ninja Storm 4

   Sukses dengan seri sebelumnya storm 3 dan revolution, di tahun 2015 ini cyberconnect akan merilis game seri terbaru naruto ultimate ninja storm 4, game ini memiliki graphic yang sangat animatif dan sangat kuat didukung dengan battle yang cepat dan seru, game ini bukan 2D atau 3D melainkan God Dimension, anjiiirr....!!! belum diketahui tanggal berapa game ini akan rilis, ya kita tunggu saja di tahun 2015 ini.



    Semoga Bermanfaat

     WISH U LUCK